Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Alergi Susu pada Anak Bisa Berkembang Hingga Dewasa

Written By Unknown on Senin, 03 Juni 2013 | 16.59

SEORANG  pakar kesehatan mengatakan bayi yang lahir dengan alergi asma kulit atau 'dermatitis atopik' bisa sembuh, namun akan kembali kambuh dalam manifestasi yang berbeda.

"Ini karena anak kekurangan imunitas serta antibodi yang tidak bekerja dengan baik. Metabolisme anak pun masih sangat rendah," kata konsultan pediatrik, pulmonologi dan imunologi Ulrich Wahn pada jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Ulrich mengungkapkan asma kulit biasanya terjadi karena anak alergi terhadap susu. Namun seiring bertumbuh kembangnya anak, maka asma kulit itu menghilang karena usus anak sudah mulai bisa memecah protein susu.

"Tetapi saat saluran cerna mampu menghancurkan protein, alergi anak tetap dapat timbul dalam bentuk asma (sesak napas) yang biasanya diakibatkan oleh pencemaran udara," kata Ulrich.

Dia menyebutkan fase ini terjadi saat anak mulai menginjak empat tahun ke atas dan ini ini bisa dicegah supaya tak berkembang. Ulrich merekomendasikan bahwa anak atau bayi yang sensitif terhadap makanan atau lingkungan sebagai penyebab alergi harus ditangani sesegera mungkin.

Penanganan untuk anak  yang alergi debu dapat dilakukan dengan imunoterapi, sedangkan anak dengan alergi susu dapat diterapi dengan susu sapi terhidrolisis. "Pencegahan juga bisa dilakukan dengan memberikan ASI eksklusif kepada bayi hingga enam bulan pertama," demikian Ulrich. (vl/yul)

Minuman Bersoda Itu Tak Sehat, Ini Alasannya

ADA alasan mengapa minuman bersoda sebaiknya dihindari. Selain bagi pelaku diet, minuman bersoda juga baiknya tidak diperkenalkan pada anak-anak. Inilah kumpulan alasan seperti dikutip dari spotonlist.com, jauhi minuman bersoda.

Racun bagi Anak-anak
Minuman bersoda adalah racun bagi anak-anak. Karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, maka yang diperlukan oleh mereka adalah nutrisi yang maksimal. Sedangkan minuman bersoda cenderung hanya memberikan perasa dan warna yang unik saja, tidak ada kandungan nutrisi apapun di dalamnya. Hanya gula, pewarna, dan rasa unik di lidah.

Lantas, apa yang bisa dipetik dari minuman bersoda?
Sebuah penelitian menuding bahwa minuman bersodalah yang harus bertanggung jawab terhadap kurangnya kepercayaan diri anak-anak, rasa gugup serta gangguan mental. Belum ada penelitian lebih lanjut soal hal ini.

Mempengaruhi Otak

Otak adalah bagian yang sangat penting dan sensitif dari manusia. Tanpa otak, tentunya tubuh tidak berfungsi dengan baik.

Soda yang terkandung pada minuman berkarbonasi biasanya tinggi akan asam, dan asam dapat meningkatkan resiko kerusakan pada otak. Bahkan, dalam volume tertentu, asam dapat menyebabkan mineral meleleh. Nah, bayangkan bagaimana pengaruh soda terhadap otak.

Kerusakan pada Gigi
Kandungan gula yang cukup besar dalam minuman bersoda dapat mempengaruhi kondisi gigi serta gusi. Sekalipun embel-embel low sugar diimbuhkan, namun gigi akan jauh lebih sehat kondisinya jika tidak dipengaruhi oleh minuman tinggi asam ini.

Susah Buang Air Besar
Pernah mengalami sembelit setelah minum minuman bersoda? Nah, itulah. Minuman bersoda dapat mempengaruhi kondisi pencernaan tubuh, membuat seseorang sulit buang air besar karena makanan jadi sulit diserap nutrisinya.

Ditambah dengan makan junk food, minuman bersoda hanya akan membuat tubuh Anda menimbun lemak dan gula.

Dehidrasi
Setelah mengonsumsi minuman bersoda, biasanya tubuh mudah lelah dan mudah merasa haus. Akibatnya jadi ingin minum terus menerus. Dan inilah sebabnya minum minuman bersoda rapat menyebabkan kegemukan.

Sebaiknya minum air mineral saja, yang dapat mengatasi rasa dahaga tanpa kandungan lemak ataupun gula di dalamnya

Tidak Mengandung Nutrisi
Sempat disebutkan di atas, minuman bersoda tidak mengandung nutrisi apa pun. Ya, itu benar. Minuman bersoda hanyalah minuman yang kaya akan gula tanpa nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Selain membuat kecanduan dan menimbulkan masalah, minuman bersoda hanya ada untuk membuat Anda happy saja. Tidak membuat tubuh menjadi sehat.

Kalau sudah tahu minuman bersoda tidak ada manfaatnya, mengapa Anda harus memilih minuman tersebut untuk dikonsumsi? Mari beralih ke air mineral atau jus buah alami saja, demi kesehatan tubuh Anda dan keluarga. (vem/yul)

Seberapa Penting Buah dan Sayur untuk Kesehatan?

MASIH ingatkah Anda dengan slogan nutrisi empat sehat lima sempurna? Agaknya kalimat tersebut tak lagi menjadi fokus perhatian. Padahal dua di antara, yakni sayur dan buah dapat memberikan dampak luar biasa bagi kesehatan.

Berdasarkan data WHO, sebanyak 93,6 persen penduduk Indonesia berusia diatas 10 tahun, masuk dalam kategori kurang makan buah dan sayur.

"Kebanyakan orang masih berpandangan bahwa peran buah dan sayur hanya sebagai pelengkap. Hal ini yang kemudian menyebabkan seseorang seringkali tidak mengonsumsinya dengan teratur," kata dokter spesialis gizi klinis, Dr dr Fiastuti Witjaksono, dalam acara Zespri Media Workshop yang diadakan di Ecopark, Ancol.

Faktanya: Buah dan sayur kaya serat, vitamin, mineral, enzim perncernaan, dan air yang tidak ditemukan pada produk makanan atau suplemen. Kalau dua nutrisi ini dikonsumsi secara teratur, dapat mencegah dan mengurangi risiko terserang penyakit.

"Kekurangan asupan buah dan sayur dapat menyebabkan risiko kematian akibat kanker saluran cerna sebesar 14 persen, serangan jantung koroner sebesar 11 persen, dan kematian akibat stroke sebesar sembilan persen," jelas Fiastuti.

Oleh karena itu, untuk menghindari atau mencegah hal yang tidak diinginkan, ada baiknya kalau Anda mulai mengonsumsi dua porsi buah dan tiga porsi sayur setiap hari secara teratur. (vl/yul)

Kiwi, Sahabat Penderita Diabetes

JUMLAH penderita diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selain faktor genetik, penyakit ini juga dipicu gaya hidup tak sehat. Meski tak dapat disembuhkan, penyakit diabetes pada dasarnya bisa dikendalikan. Salah satu caranya dengan mengkonsumsi makanan seperti buah kiwi.

Menurut dokter spesialis gizi klinis, dr Fiastuti Witjaksono, buah kiwi mengandung serat larut paling tinggi dibandingkan buah lain. Namun, indeks glikemik yang dihasilkannya rendah, sehingga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.

"Ini karena ketika dicerna buah kiwi melepaskan glukosa ke dalam darah secara perlahan," katanya saat ditemui di Ocean Ecopark, Ancol.

Selain itu, enzim actinidin dalam buah mungil ini juga membantu proses penyerapan protein. Hal inilah yang menjadikan serat larut dapat menjaga kadar gula tetap stabil. Jadi, kadar gula darah tidak naik atau turun drastis.

Tak hanya itu, enzim ini juga berfungsi memberi makan bakteri baik, sehingga sel-sel usus dalam lambung dapat bekerja lebih baik. Lebih lanjut, Fiastuti menyarankan untuk mengonsumsi buah kiwi dua kali sehari. (vl/yul)

Buah, Beda Warna Beda Khasiat

PERBEDAAN  warna pada buah ternyata memiliki arti tersendiri. Zat pembentuk warna atau phytochemical menunjukkan nilai manfaat bagaimana buah tersebut mampu mengatasi berbagai macam penyakit.

"Zat warna pada buah dan sayur merupakan bioaktif alami yang mengandung nutrisi. Fungsi untuk menangkal serangan penyakit," kata ahli gizi dr Samuel Oentoro. Berikut beberapa warna sayur dan buah sesuai manfaat yang diberikan.

Merah

Warna ini ada pada tomat, semangka, anggur, pepaya, paprika, stroberi, dan jambu biji. Zat pemberi warna kuning tua hingga merah menunjukkan indikasi kandungan lycopene yang mampu menurunkan risiko serangan jantung, dan kanker, seperti kanker prostat.

Hijau

Kandungan lutein zeaxanthin pada sayur berwarna hijau, seperti bayam, kale, brokoli, dan sawi disebut menekan pertumbuhan, bahkan mencegah sel kanker. 

Jingga dan Kuning

Beberapa penelitian menyebut bahwa konsumsi buah atau sayur berwarna jingga atau kuning bisa menghambat proses penuaan dan kerusakan sel tubuh. Buah dan sayur ini juga mengandung beta karoten yang meningkatkan fokus mata terkait degeneratif dan memberi kekebalan tubuh. Sumbernya ada pada mangga, kentang, wortel, aprikot, dan pisang.

Biru dan Ungu

Buah dan sayur ini mengandung anthocyanins flavanoids yang bekerja sebagai antikarsinogen untuk meningkatkan kognisi. Anda bisa mendapatkannya pada anggur, bit, dan blueberry.

Putih

Sayur dan buah berwarna putih mengandung zat warna allicin. Zat ini dipercaya dapat meredakan flu, menekan perkembangan sel kanker, dan menurunkan kolesterol. Jika Anda memiliki masalah tadi, perbanyak konsumsi bawang putih, pir, dan kembang kol. (vl/yul)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ARAFAH LAILA - All Rights Reserved
Template Created by Arafah Laila Published by Laila
Proudly powered by Blogger